Wujudkan Ekonomi Kerakyatan yang Tangguh, Wako Hendri Luncurkan Dua Program Unggulan: Tabungan BERSAMA dan Bansos UMKM 2025
Padang Panjang- Pemerintah Kota Pemko Padang Panjang kembali mempertegas komitmennya dalam membangun yayasan ekonomi yang kuat dari akar rumput.Untuk mewujudkan visi tersebut, Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, secara resmi meluncurkan dua program strategis: Program Tabungan BERSAMA (Berkah Serambi Mekah/Subsidi Bunga) dan penyerahan Bantuan Sosial (Bansos) kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tahun 2025. Acara yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota ini juga dimeriahkan dengan Pembekalan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), menandai babak baru penguatan ekonomi kerakyatan di kota berjuluk Serambi Mekah ini.
Baca Juga : Suasana Kolaboratif Warnai Rakor Percepatan Pembangunan Sumbar di Sawahlunto
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran petinggi kota, di antaranya Wakil Wali Kota Allex Saputra, Wakil Ketua DPRD Nurafni Fitri, unsur Forkopimda, serta Pimpinan Bank Nagari Cabang Padang Panjang, Handre Irviyandi.Kehadiran mereka melambangkan sinergi dan komitmen kuat seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Koperasi Sebagai Pilar Utama Perekonomian Rakyat
Dalam berbagai hal yang penuh semangat, Wali Kota Hendri Arnis menegaskan bahwa pendirian Koperasi Kelurahan Merah Putih Syariah bukan sekadar program biasa, melainkan implementasi nyata dari cita-cita besar Presiden Republik Indonesia untuk menggerakkan perekonomian dari tingkat paling dasar.
“Kita ingin membangun koperasi yang bukan sekedar wadah, tetapi menjadi rumah bagi para pelaku usaha. Koperasi yang sehat, amanah, transparan, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan. Inilah pilar ekonomi kerakyatan yang harus kita jaga dan rawat bersama-sama,” tegas Wako Hendri dengan penuh keyakinan.
Hingga saat ini, Koperasi Merah Putih Syariah telah berdiri kokoh di semua 16 kelurahan se-Kota Padang Panjang. Keberadaan koperasi ini terus didorong untuk menjadi motor penggerak yang melahirkan usaha-usaha baru dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
Wako Hendri juga mengingatkan agar koperasi dikelola dengan prinsip kejujuran dan keterbukaan. “Koperasi jangan sampai disalahgunakan untuk keuntungan sepihak segelintir pengurus. Saya mengajak seluruh anggota untuk ikut aktif mengawasi dan tidak ragu untuk melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan.Koperasi yang sehat di era digital ini harus mampu beradaptasi, membuka akses permodalan yang mudah, dan yang terpenting, memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya,” imbuhnya.
Inovasi Teknologi Finansial: Tabungan BERSAMA, Subsidi Bunga 100%
Salah satu momen yang paling dinantikan dalam acara ini adalah peluncuran resmi Program Tabungan BERSAMA. Program inovatif hasil kolaborasi Pemko Padang Panjang dengan Bank Nagari ini merupakan inovatif finansial yang sangat revolusioner.
Program BERSAMA menawarkan subsidi bunga sebesar 100% bagi para pelaku UMKM, pedagang, dan petani. Artinya, dengan program ini, masyarakat dapat mengajukan pinjaman modal usaha tanpa dibebani bunga sedikitpun.
“Ini adalah komitmen kami untuk memutus mata rantai beban tinggi pinjaman usaha. Dengan Program Tabungan BERSAMA, kami menghapuskan beban bunga pinjaman.Sehingga, para pelaku usaha bisa benar-benar fokus untuk mengembangkan bisnisnya, berinovasi, dan meningkatkan omzet tanpa dibayangi kekhawatiran cicilan yang membengkak,” tutur Wako Hendri menjelaskan mekanisme program yang disambut antusias oleh para hadirin.
Bantuan Langsung Senilai Miliaran Rupiah untuk 823 Pelaku UMKM
Tak henti-hentinya pada kemudahan akses permodalan, Pemko Padang Panjang juga menunjukkan kepeduliannya melalui penyampaian bantuan sosial (bansos) secara langsung kepada 823 pelaku UMKM.Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp3,11 miliar.
Bantuan yang diberikan bukan berupa uang tunai, melainkan sarana dan prasarana penunjang usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima.Bantuan tersebut beragam bentuknya, mulai dari gerobak baru, peralatan masak, mesin jahit, bahan baku usaha, hingga bantuan untuk merenovasi dan mempercantik warung.Langkah ini dinilai lebih tepat sasaran karena langsung menyentuh kebutuhan riil di lapangan dan mampu memberikan dampak yang langsung terasa.
Pembekalan Pengurus untuk Koperasi yang Profesional dan Berintegritas
Menyadari bahwa kelembagaan yang kuat bermula dari sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, acara ini juga diisi dengan sesi pembekalan khusus untuk para pengurus koperasi.Plt.Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Ferino Romiko, menjelaskan bahwa sebanyak 64 orang pengurus dari 16 kelurahan mendapatkan pelatihan dari narasumber berkompeten, baik dari Kementerian Koperasi RI maupun Dinas Koperasi Provinsi Sumatera Barat.
“Pembekalan ini penting untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme para pengurus dalam mengelola koperasi syariah yang modern, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujar Ferino.
Dalam kesempatan yang sama, diserahkan secara simbolis Akta dan SK Pendirian Koperasi yang telah diterbitkan oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia kepada masing-masing koperasi, mengukuhkan legalitas dan eksistensi mereka masing-masing.
Sebuah Langkah Awal Menuju Padang Panjang yang Mandiri dan Berdaya Saing
Ferino menambahkan bahwa Program Tabungan BERSAMA dirancang sebagai instrumen utama untuk menciptakan sistem keuangan yang inklusif di Padang Panjang, khususnya bagi usaha mikro yang sering kesulitan mengakses perbankan.
“Langkah ini adalah bagian dari strategi jangka panjang Pemko Padang Panjang untuk mendorong UMKM naik kelas, memiliki daya saing yang tinggi, dan mampu bersaing tidak hanya di pasar tradisional tetapi juga di pasar digital dan nasional,” jelas Ferino.







