Dubes Australia Tekankan Komitmen di Padang: Dari Mitigasi Bencana hingga Jejak Pendidikan yang Tak Terputus
Laporan Padang Panjang- Kunjungan kerja Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, ke Kota Padang, Sumatra Barat, menjadi penegasan komitmen nyata Negeri Kanguru dalam perkuat kemitraan strategis dengan Indonesia. Lebih dari sekadar kunjungan diplomatik, agenda Dubes Brazier menyentuh bidang-bidang krusial yang menjadi fondasi ketahanan masyarakat, mulai dari mitigasi bencana, inovasi pendidikan, hingga pemberdayaan generasi muda.

Baca Juga : Harga TBS Sawit Sumbar Untuk Periode 22-30 September 2025 Telah Ditetapkan
Kolaborasi di Garda Depan Mitigasi Bencana
Puncak kunjungannya ditandai dengan pembukaan Konferensi Internasional Ketiga The 3rd International Conference on Disaster Mitigation and Management (ICDMM). Konferensi yang diselenggarakan atas kerjasama Universitas Andalas (UNAND), Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini bukan hanya ajang akademis semata, tetapi juga sebuah refleksi penuh makna. Acara ini sekaligus memperingati 14 tahun gempa bumi dahsyat yang melanda Sumatra Barat pada 2009, sebuah pengalaman pahit yang mengajarkan betapa vitalnya kesiapsiagaan.
Dalam sambutannya di Convention Hall UNAND, Dubes Brazier menekankan posisi strategis Sumatra Barat. “Sumatra Barat berada di garda terdepan dalam manajemen risiko bencana,” ujarnya. “Konferensi ini adalah kesempatan sempurna untuk tidak hanya mengenang, tetapi terutama untuk berbagi pengetahuan, inovasi, dan strategi terbaru. Pemerintah Australia berkomitmen penuh untuk memperdalam kolaborasi dengan Indonesia dalam membangun ketahanan bencana, mendorong pembangunan yang inklusif, dan memberdayakan komunitas lokal agar lebih tangguh menghadapi ancaman di masa depan.”
Jejak Kemitraan di Dunia Pendidikan
Komitmen Australia tidak berhenti di ranah bencana. Jejaknya tertanam kuat dalam dunia pendidikan Indonesia. Dubes Brazier menyempatkan diri mengunjungi AussieBanget Corner di Universitas Negeri Padang (UNP), sebuah pusat informasi yang menjadi jembatan impian bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke Australia.
Dalam pertemuan hangat dengan Rektor UNP, Dr. Ir. Krismadinata, Dubes Brazier menyimak dengan antusias paparan dari Koordinator #AussieBanget Corner, Desvalini Anwar. Ia menjelaskan bagaimana pusat informasi ini aktif membantu para mahasiswa menemukan peluang beasiswa dan informasi studi yang akurat. Kunjungan ini semakin hidup dengan presentasi inspiratif dari seorang mahasiswa UNP, Fahmi, yang memaparkan perkembangan terkininya dalam bidang literasi kecerdasan buatan (AI), menunjukkan bahwa talenta-talenta digital muda Indonesia telah siap bersaing di kancah global.
Di perpustakaan digital UNP, Dubes Brazier dengan bangga memaparkan warisan panjang hubungan pendidikan kedua negara. “Berdasarkan catatan kami, telah ada lebih dari 200.000 alumni Australia yang kini tersebar dan berkontribusi positif di seluruh penjuru Indonesia. Saat ini, hampir 25.000 mahasiswa Indonesia sedang menimba ilmu di Australia, dan tentu saja, di antara mereka terdapat putra-putri terbaik dari Sumatra Barat,” jelasnya. Ia juga mengingatkan bahwa dukungan Australia untuk pendidikan Indonesia telah berlangsung sejak masa-masa awal kemerdekaan, sebuah hubungan historis yang telah dibangun dengan fondasi saling percaya dan rasa saling menghargai.
Hubungan Bilateral yang Makin Menguat
Dubes Brazier menutup rangkaian kunjungannya dengan menyoroti kondisi hubungan bilateral yang sedang berada di puncak positif. Ia mengungkapkan optimisme yang terpancar dari pertemuan terbaru antara Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, dan Presiden Indonesia, Joko Widodo, di sela-sela KTT di New York.
“Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang sangat optimis dan penuh antusiasme. Kedua pemimpin memiliki tekad yang sama untuk terus mempererat dan memperluas hubungan Australia-Indonesia ke depannya. Saya pribadi, sangat optimis sekali dengan masa depan kemitraan kita,” tutup Dubes Brazier dengan senyum percaya diri.
Perkuat Kunjungan Dubes Brazier ke Padang adalah bukti nyata bahwa kemitraan Australia-Indonesia bukanlah retorika semata. Dari upaya bersama menyelamatkan nyawa dari ancaman bencana hingga investasi jangka panjang pada sumber daya manusia melalui pendidikan, kolaborasi ini terus berjalan, mengukir sejarah, dan membangun masa depan yang lebih tangguh untuk kedua bangsa.





